Etika auditor

• Tujuan
Tujuan perumusan kode etik auditor ini untuk memacu pencapaian (tercapainya) budaya etis di kalangan auditor mutu akademik internal. Kode etik ini diperlukan oleh auditor mutu akademik internal untuk menumbuhkan kepercayaan bagi/terhadap auditor yang akan melaksanakan tugas audit mutu akademik.
• Komponen
Kode etik auditor ini terdiri atas dua komponen, yaitu: (1) azas kode etik audit akademik dan (2) perilaku auditor akademik, yang menggambarkan norma perilaku yang perlu dimiliki oleh auditor akademik.
Kode etik ini membantu para auditor mutu akademik internal untuk menafsirkan azas-azas kode etik audit mutu akademik ke dalam penerapan praktis dan dimaksudkan untuk memandu auditor dalam berperilaku etis. Kode etik ini berlaku untuk perorangan dan atau kelompok yang melaksanakan audit mutu akademik.
• Azas Kode Etik Audit Mutu Akademik
Auditor harus menerapkan dan memegang teguh 5 azas, yaitu : (1) Azas Integritas; (2) Azas Objektivitas, (3) Azas Kerahasiaan, (4) Azas Kompetensi, dan (5) Azas Independen. Azas-azas kode etik audit mutu akademik di atas melandasi sikap dan perilaku auditor akademik dalam menjalankan tugasnya.
• Perilaku Auditor Mutu Akademik
Perilaku yang harus ditunjukkan oleh auditor akademik mencakup hal-hal sebagai berikut.
1. Menjaga Integritas
Integritas auditor mutu akademik akan menumbuhkan kepercayaan yang selanjutnya (pada gilirannya) akan menyebabkan kepatuhan pada keputusan yang dibuat, sehingga auditor harus : (1) melaksanakan audit dengan jujur dan bertanggung jawab, (2) mematuhi Piagam Audit dan membuat laporan audit sesuai aturan yang berlaku, (3) menghindari tindakan yang mendiskreditkan profesi auditor atau mendiskreditkan organisasi teraudit, dan (4) menghormati dan mendukung terlaksananya tujuan audit.
2. Menjaga Objektivitas
Auditor mempunyai objektivitas profesional yang tertinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyampaikan informasi tentang aktivitas atau proses yang sedang diaudit. Auditor membuat evaluasi apa adanya dari semua keadaan yang relevan dan tidak terpengaruh oleh kepentingan perorangan atau tidak terpengaruh oleh pihak-pihak lain dalam mengambil keputusan, sehingga auditor harus : (1) menghindari aktivitas yang dapat merusak objektivitas audit mutu akademik, (2) menolak pemberian apapun yang dapat merusak kemampuannya untuk berlaku adil, dan (3) melaporkan semua fakta hasil audit (yang
seharusnya dilaporkan).
3. Menjaga Kerahasiaan
Auditor tidak akan menyampaikan informasi kepada semua pihak yang tidak berhak, sehingga auditor harus : (1) menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam melaksanakan tugas, dan (2) menghindari penyalahgunaan informasi yang diperolehnya untuk keuntungan pribadi/kelompok atau menggunakan informasi dengan cara yang melawan hukum atau yang merugikan tujuan dan etika kelembagaan.
4. Memiliki Kompetensi
Auditor menerapkan semua pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya dalam melaksanakan audit mutu akademik, sehingga auditor harus : (1) menguasai (mempunyai) pengetahuan, keterampilan dan pengalaman audit untuk melaksanakan kegiatan audit, (2) melaksanakan pelayanan audit akademik sesuai dengan Standar dan Manual Prosedur Audit Mutu Akademik Internal, (3) Auditor dituntut selalu meningkatkan kemampuan, efektivitas dan mutu layanannya.
5. Memelihara Independensi
Untuk menjaga independensi, Auditor harus bebas dari campur tangan pihak-pihak lain, sehingga auditor harus : (1) bebas dari pengaruh setiap pekerjaan dalam bidang yang diaudit atau yang pernah menjadi tanggungjawabnya, (2) tidak memihak kepada siapapun, dan (3) tidak terlibat dalam pertentangan kepentingan dengan teraudit.
• Sanksi.
Auditor yang tidak mematuhi (melanggar) kode etik auditor mutu akademik akan dinilai dan ditindak sesuai prosedur penegakan disiplin yang berlaku.
• Prosedur Penegakan Disiplin
Apabila Direktur PPs-Unhas menerima laporan tertulis dan resmi mengenai adanya pelanggaran kodek etik auditor mutu akademik, Direktur PPs-Unhas akan melaksanakan penegakan disiplin sebagai berikut : (1) Direktur PPs-Unhas membentuk Komisi Etika
Auditor yang terdiri dari 5 orang, serta bertugas untuk jangka waktu 2 bulan, (2) Komisi Etika Auditor segera mempelajari isi laporan tersebut, (3) Komisi Etika Auditor mengadakan rapat untuk mendengarkan klarifikasi auditor terlapor dan juga pelapor secara terpisah (dengan mengundang auditor terlapor untuk melakukan klarifikasi, serta mengundang pelapor), (4) Setelah mendengarkan penjelasan terlapor dan pelapor, apabila tidak terbukti dan ada kesepakatan kedua belah pihak, maka prosedur pemeriksaan tidak dilanjutkan, (5) Apabila terbukti ada pelanggaran kode etik auditor akademik, maka auditor terlapor segera memperbaiki laporan yang dibuatnya, (6) Komisi Etika Auditor melaporkan hasil kerjanya kepada Direktur PPs-Unhas, dan Sanksi dari Direktur PPs-Unhas berupa : (i) peringatan lisan, (ii) peringatan tertulis pertama, kedua dan ketiga, (iii) pemberhentian sementara sebagai auditor untuk jangka waktu tertentu, dan (iv) pemberhentian sebagai auditor.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: